Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih membuat berbagai tekanan psikologis di masyarakat
YOGYA - DPRD DIY meminta Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memenuhi kebutuhan tenaga psikologis klinis di puskesmas secara merata. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Huda Tri Yudiana, Minggu (13/6/2021).
Ia mengatakan, layanan psikologi klinis sangat penting dilakukan di semua puskesmas dan layanan kesehatan masyarakat lain di DIY. Menurut dia aspek kesehatan masyarakat yang perlu dilayani saat ini bukan hanya kesehatan secara fisik, tetapi juga kesehatan jiwa atau psikis.
"Apalagi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih membuat berbagai tekanan psikologis di masyarakat," katanya.
DPRD DIY beberapa waktu lalu melakukan penelitian terhadap hal ini, hasilnya cukup mengejutkan, di mana angka perceraian meningkat, kecanduan anak terhadap gadget sebagai efek sekolah daring kian meluas, masalah sosial, bahkan peningkatan dua kali lipat lebih untuk pernikahan di bawah umur terjadi di DIY.
"Juga fenomena bunuh diri yang naik Gunungkidul. Oleh karena itu kesehatan jiwa saat ini menjadi konsen yang harus diperhatikan oleh pemerintah, di samping kesehatan fisik," tegas Huda.
Pihaknya sangat mengapresiasi pemda Sleman yang mengawali layanan ini sejak tahun 2004, didampingi Fakultas Psikologi UGM kemudian diikuti Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Bantul.
Politisi PKS itu menambahkan, pengalaman lapangan yang ada ternyata layanan psikologi klinis ini sangat diperlukan dan bisa melayani ratusan pasien dalam satu bulan.
"Apalagi masa pandemi seperti ini, tingkat permasalahan masyarakat meningkat tajam," tambahnya.
Ia melanjutkan, DPRD DIY berupaya memperjuangkan agar layanan psikologis klinis ini dapat dilakukan di seluruh puskesmas dan layanan kesehatan di DIY, diikuti standarisasi fasilitas, layanan, status kepegawaian sampai kesejahteraan para petugas psikolog.
"Harapannya dengan perbaikan ini akan semakin membantu masyarakat luas dan menaikkan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DIY," ujarnya.
Perjuangan tersebut, lanjut Huda diwujudkan dengan penyusunan Raperda tentang Kesehatan Jiwa yang menjadi inisiatif DPRD DIY.
