Anggaran tersebut berdasarkan koordinasi dengan kabupaten/kota, di mana kebutuhan di shelter itu untuk makan dan minum.
YOGYA - DPRD DIY menganggarkan dana Rp 7,8 miliar untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 pasca-lebaran. Dana tersebut diperuntukkan pemenuhan konsumsi di shelter yang tersebar di 78 titik di kabupaten/kota di DIY "Kabupaten/kota tinggal menyiapkan lokasinya saja. Untuk konsumsi sudah kita anggarkan per Juni ini," ujar Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana, Rabu (9/6).
Anggaran tersebut berdasarkan koordinasi dengan kabupaten/kota, di mana kebutuhan di shelter itu untuk makan dan minum. Dengan perhitungan satu orang Rp 2,5 juta untuk isolasi 10 hari. Sedangkan di rumah sakit bisa Rp 89 juta.
"Untuk yang bergejala ringan cukup di shelter saja, Baru yang berat dirawat di RS. Tujuannya agar RS tidak penuh, seperti Januari-Februari kemarin. Meski isolasi di shelter, tetap dengan pengawasan dokter. Jika menunjukkan gejala berat da pat langsung dirujuk," tegasnya.
Mengenai kenaikan kasus positif ini sudah di-warning sebelum Lebaran lalu dengan Dinkes DIY mau pun kabupaten/kota. Intinya pembatasan tetap diberlakukan, termasuk di masyarakat. Salah satunya dengan adanya shelter tersebut.
Mengenai munculnya klaster-klaster di masyarakat, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro sudah diperpanjang kesekian kalinya, menurut Huda kasus riil di masyarakat itu jauh lebih banyak. Angka harian yang dilaporkan Satgas Covid-19 tersebut yang mendapatkan perawatan di RS. "Banyak masyarakat yang Antigen maupun GeNose mandiri dengan hasil positif tidak lapor ke RS atau puskesmas," tegasnya.
Sumber: KR
Sumber: KR
