Upaya pemberdayaan ekonomi keluarga. Nikmati kuliner legendaris, ziarah, hingga ecoprint hasil karya anggota RKI DIY.
Sudut-sudut istimewa di Yogyakarta menjadi destinasi baru yang merangkum paket lengkap wisata kuliner legendaris, ziarah religi, hingga edukasi kriya dalam satu jalur perjalanan.
Bukan sekadar destinasi biasa, sudut-sudut Kampung Karangkajen dirangkai menjadi magnet wisata sarat akan nilai pemberdayaan.
Berawal dari lokakarya pemetaan potensi ekonomi yang digagas oleh Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DIY bersama DPD Kabupaten/Kota pada Sabtu, 12 September 2026, sebuah inisiatif luar biasa lahir dari tangan para anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI).
Alih-alih memulai program dari nol, para anggota RKI DIY diarahkan untuk memilih dan melihat potensi yang sudah ada dengan kacamata berbeda. Salah satunya Cluster Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK) Aster 5, potensi lokal di Kampung Karangkajen—yang terletak sangat strategis dekat dengan Masjid Jogokaryan—dirajut menjadi sebuah "Rute Wisata Jogja" yang autentik dan kaya pengalaman.
Menyusuri Rute Wisata Karangkajen: Dari Kuliner hingga Religi
Bagi pelancong yang berencana mendatangi Kota Gudeg, rute wisata yang dirancang oleh PPEK Aster 5 ini menawarkan sembilan titik perhentian menarik yang diisi langsung oleh para pelaku UMKM lokal anggota RKI.
Perjalanan dapat dimulai dari menikmati kelezatan Lotek Makanan Mba Elis di Pujasera Karangkajen, dilanjutkan dengan mencicipi Baso Daging Sapi Mba Lia, Bakmi Jowo, Soto Betawi, hingga Lontong Kikil (titik 1 & 2).
Puas mencicipi makanan gurih, wisatawan bisa mampir ke Angkringan Dakwah Mba Nur di Lapangan Masjid Jami' Karangkajen (titik 3) untuk menikmati suasana santap hangat ditemani camilan Tahu Susur. Tak jauh dari sana, rute berlanjut ke titik sakral dan edukatif (titik 4), yakni Ziarah Makam KH Ahmad Dahlan, Prof Lafran Pane, Ustadz Jazir ASP, hingga deretan ulama dan tokoh besar bangsa lainnya. Kawasan ini juga didukung oleh beragam pilihan penginapan lokal yang ramah di kantong, mulai dari tarif Rp50.000 hingga Rp1.000.000 per malam.
Perjalanan belum usai. Wisatawan juga bisa singgah di Sentra Jamu Jawa Mba Rini (titik 5), melihat langsung proses pembuatan kain di Pojok Wastra dan Workshop Ecoprint ECO. J yang sudah sering menjadi jujukan studi banding (titik 6), memborong buah tangan lezat seperti Brambang Goreng Mba Ida, Stick Keju Mba Lusi, serta Peyek & Kue Kering Mba Cin (titik 7).
Uniknya lagi, rute ini juga memasukkan agenda Kunjungan ke Pasar Telo—pasar unik satu-satunya di Indonesia yang berdampingan dengan sentra olahan singkong/cassava (titik 8)—sebelum ditutup dengan berburu oleh-oleh Roti Jogokaryan (titik 9).
Langkah Kecil untuk Perubahan Besar
Inisiatif ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga tidak harus dimulai dengan hal yang muluk-muluk, rute wisata yang dirancang oleh PPEK Aster 5 menjadi contoh.
Dengan menemukan, memetakan, dan menumbuhkan potensi yang sudah mengakar di tengah masyarakat, RKI DIY diharapkan menghadirkan solusi mandiri yang menggerakkan ekonomi warga.
Bagi Anda yang berencana mencoba rute wisata autentik ini bersama keluarga, pastikan untuk melakukan reservasi selambat-lambatnya 3 hari sebelum hari H ke nomor layanan 082231509997. Hal ini penting dilakukan agar para ibu anggota PPEK dapat menyiapkan produk-produk kuliner terbaik mereka secara maksimal dan Anda tidak kehabisan!





