Antara Wadah dan Isi | Oleh: Cahyadi Takariawan

Bagikan:

Saya sering mendapat kiriman dari sahabat melalui milis grup atau di grup WA, tentang KISAH SECANGKIR KOPI. Saya yakin anda pun pernah ...


Saya sering mendapat kiriman dari sahabat melalui milis grup atau di grup WA, tentang KISAH SECANGKIR KOPI.

Saya yakin anda pun pernah mendapatkannya. Kisah itu diawali dengan ungkapan, "Suatu hari di sebuah universitas terkenal, sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus...."

Nah, pernah baca kan? Dikisahkan sang dosen menyuguhkan kopi dan para alumnus diminta memilih sendiri wadahnya. Ternyata mereka berebut memilih cangkir-cangkir mewah yang tampak indah.

Kemudian sang dosen berkomentar, "Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi".

"Karena itu kunasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…” ujar sang dosen.

Kisah itu mengingatkan kepada kita agar lebih mementingkan ISI dan agar tidak mempedulikan WADAH.

Saya merasa keberatan dengan hikmah dari kisah tersebut. Seakan WADAH tidak penting dan yang penting hanya ISI.

Benarkah? Mari saya ajak anda mengikuti kisah berikut ini.

Seorang dokter PTT ditugaskan di daerah pedalaman Kalimantan. Sebagai dokter baru ia berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk mendapatkan data penyakit yang ada di daerah pedalaman.

Seorang warga masyarakat merasa sangat terhormat dikunjungi dokter. Segera ia siapkan santap siang untuk menghormati sang dokter.

Warga ini menyuguhkan makanan yang enak-enak dan menjadi kebanggaan masyarakat lokal untuk menghormati para tamu.

Setelah santapan siap di atas meja, tuan rumah segera mempersilakan sang dokter untuk menikmatinya.

"Silakan dinikmati pak Dokter. Ini makanan khas daerah untuk tamu kehormatan", ungkap ibu tuan rumah.

Betapa terkejut sang dokter melihat tampilan santapan siang yang terhidang di atas meja tersebut. Ada nasi, sayur dan lauk pauk.

Yang membuat dokter kaget adalah wadah sayurnya. Ia diam berlama-lama memandangi wadah sayur tersebut.

"Dari mana ibu mendapatkan wadah ini?" tanya pak dokter.

"Oh itu dulu diberi oleh rumah sakit. Saat bapak saya dirawat di rumah sakit, pulangnya diberi wadah tersebut. Namun sesampai di rumah, bapak meninggal dunia", jawab ibu tuan rumah.

"Wadah ini masih baru. Belum pernah dipakai sama sekali. Sayang kalau cuma disimpan dan tidak dimanfaatkan. Jadinya saya jadikan sebagai wadah sayur", lanjut si ibu.

Sang dokter tercenung tanpa bisa berkata-kata. Seenak apapun, selezat apapun sayurnya, namun melihat wadahnya itu, ia tidak bisa memakannya. Justru karena ia tahu persis apa wadah sayur tersebut.

Wadah itu bernama PISPOT !

So, siapa bilang WADAH tidak penting? Jelas kan, bukan saja isinya, ternyata wadah pun penting untuk diperhatikan.

Itulah sebabnya kita berhati-hati ketika memilih organisasi, partai, lembaga, atau wadah kegiatan lainnya. Bukankah organisasi, partai dan lembaga itu hanya wadah?

Namun pasti kita tidak mau sembarangan memilihnya. Karena sesungguhnya kita tidak bisa memisahkan antara isi dengan wadahnya.

KOMENTAR

Nama

artikel bantul berita Berita Foto FPKS DIY gunungkidul kulonprogo kutipan berita nasional seputar diy sleman
false
ltr
item
PKS Daerah Istimewa Yogyakarta: Antara Wadah dan Isi | Oleh: Cahyadi Takariawan
Antara Wadah dan Isi | Oleh: Cahyadi Takariawan
http://3.bp.blogspot.com/-d_ComDlxOqo/VHC8QPqZsuI/AAAAAAAAAIY/l-MkcC24zl0/s1600/wadah%2Bemas.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-d_ComDlxOqo/VHC8QPqZsuI/AAAAAAAAAIY/l-MkcC24zl0/s72-c/wadah%2Bemas.jpg
PKS Daerah Istimewa Yogyakarta
http://jogja.pks.id/2014/11/antara-wadah-dan-isi-oleh-cahyadi-takariawan.html
http://jogja.pks.id/
http://jogja.pks.id/
http://jogja.pks.id/2014/11/antara-wadah-dan-isi-oleh-cahyadi-takariawan.html
true
2917298055194715103
UTF-8
Artikel tidak ditemukan LIHAT SEMUA Selanjutnya... Balas Batalkan Hapus Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua BACA JUGA LABEL ARSIP SEARCH SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel sesuai permintaan anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus Sepember Oktober November Desember sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 hari yang lalu $$1$$ hours ago kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy