Vaksinasi HPV massal digelar di kantor PKS DIY. Ratusan warga antusias ikuti program pencegahan kanker serviks yang sangat penting ini.
Acara ini terselenggara berkat sinergi antara PKS DIY, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam rangka memperingati HUT KORPRI ke-54 dan HUT BPOM ke-26.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak diderita oleh perempuan di Indonesia, dan vaksinasi HPV adalah salah satu metode pencegahan primer yang paling efektif.
Ketua DPW PKS DIY, Budi Wiyarno, S.T., M.Eng., di hadapan ratusan peserta vaksin menyatakan bahwa pihaknya merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah dan fasilitator program kesehatan yang sangat vital ini.
"Kami mengakses program ini dan dengan senang hati menjadi tuan rumah pelaksana sebagai wujud konkret dari salah satu dari empat pilar pelayanan PKS, yaitu pelayanan di bidang kesehatan. Ini adalah komitmen kami untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami juga sangat mengapresiasi antusiasme luar biasa dari para peserta yang sadar akan pentingnya pencegahan," ujar Budi Wiyarno.
Selain Budi Wiyarno selaku Ketua DPW PKS DIY, turut hadir Sekretaris Fraksi PKS DPRD DIY, M. Syafi'i, S.Psi. yang juga Ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPW PKS DIY. Sejalan dengan target peserta menyasar perempuan, hadir Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga, Ary Kurniawati, S.Pd.
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., yang ikut hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin.
"Kami sangat mengapresiasi PKS DIY yang mau bekerjasama dan membuka pintunya untuk pelaksanaan program penting ini. Kolaborasi antara organisasi masyarakat, partai politik, maupun pemerintah seperti inilah yang kita butuhkan untuk mempercepat program-program kesehatan dan menjangkau masyarakat lebih luas," kata Prof. Zudan.
Para peserta terlihat antusias dan senang dengan program ini. Program dengan biaya terjangkau ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi dan melindungi lebih banyak perempuan dari risiko penyakit kanker serviks.



