Pelaku usaha perlu kuasai teknologi untuk menembus pasar digital yang luas. Media sosial bisa jadi toko, promosi, dan alat transaksi sekaligus.
Dunia digital terus berkembang, membentuk komunitas yang sangat luas. Para pelaku usaha kini dituntut untuk terus belajar dan menguasai teknologi agar produk mereka mampu bersaing di pasar digital.
Perkembangan teknologi yang pesat memudahkan pelaku usaha dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan. "Dulu, untuk membuat desain, kita harus mencari tenaga profesional. Sekarang, hanya dengan ponsel, kita bisa membuat desain sendiri dengan mudah. Dulu, membuka toko atau pasar membutuhkan modal besar, tetapi sekarang dengan media sosial, siapa pun bisa membuka usaha," ujar Anggota DPRD DIY dari FPKS, Muhammad Syafi'i, S.Psi, dalam pelatihan e-business yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informasi DIY di Jogokaryan, Mantrijeron, Jumat, 18 Oktober 2024.
Menurut Anggota DPRD DIY dua periode tersebut, para pelaku usaha harus berani belajar dan menguasai teknologi agar dapat bersaing di pasar digital yang jauh lebih luas daripada pasar konvensional. "Pasar digital sangat luas, bahkan lebih luas dibandingkan pasar konvensional. Namun, untuk meraih kesuksesan di dalamnya, pelaku usaha harus menguasai teknologi," lanjut Muhammad Syafi'i pada acara yang dihadiri puluhan pelaku UMKM dari Jogokaryan dan sekitarnya.
Meskipun tidak harus menjadi ahli, menurut mantan Ketua DPD PKS Kota Yogyakarta ini, menguasai teknologi dasar saja sudah cukup untuk memulai. Media sosial dengan komunitas yang sangat luas dapat menjadi pasar potensial untuk memasarkan produk.
"Saat ini, satu akun media sosial bisa menjadi toko, sarana promosi, dan alat transaksi sekaligus. Jadi, mengapa kita tidak mau belajar teknologi untuk mengembangkan usaha?" pungkasnya.
