Pelatihan roti dan pastri di Jogja siap lahirkan kreator oleh-oleh baru. Peserta dapat kesempatan magang di Hotel Marriott. Peluang usaha kuliner hits
YOGYAKARTA – Jogja sebagai kota wisata butuh inovasi oleh-oleh baru yang lebih hits dan kekinian. Menjawab tantangan ini, sebuah pelatihan roti dan pastri digelar untuk melahirkan kreator-kreator kuliner baru yang siap menggebrak pasar.
Selama ini, oleh-oleh Jogja sangat identik dengan bakpia. Meskipun sudah ada kreasi lain seperti yangko dengan berbagai varian rasa atau bolu kelapa dari Gunungkidul, peluang untuk menciptakan produk baru yang unik masih terbuka sangat lebar.
Harapan ini datang dari Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang diadakan oleh Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) DIY.
"Pelatihan ini bisa jadi pijakan awal bagi anak-anak muda kreatif untuk menciptakan usaha dan oleh-oleh baru dari Yogyakarta," ungkap Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, setelah membuka kelas Pelatihan Roti dan Pastri di BLKPP DIY.
Pelatihan yang didanai APBD DIY 2025 ini telah dimulai sejak 7 Juli lalu. Sebanyak 16 peserta yang lolos seleksi dari berbagai kabupaten/kota di DIY akan digembleng selama 33 hari untuk menguasai seni membuat roti dan kue.
Kerennya lagi, peserta yang terpilih akan mendapat kesempatan magang (on-the-job training) langsung di Hotel Marriott, salah satu hotel bintang lima ternama.
"Ini kesempatan emas. Kalaupun nanti tidak langsung bekerja di sana, pengalaman dan skill yang didapat pasti sangat berharga untuk membuka usaha sendiri," ujar Syafi'i yang juga merupakan sekretaris Fraksi PKS DPRD DIY saat memberi semangat kepada para peserta.
