Waspada bahaya 'setan gepeng' dari ponsel. Orang tua didorong tegas membatasi gadget pada anak demi masa depan, atau berisiko menyesal kemudian.
YOGYAKARTA – Ponsel di tangan anak-anak bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi bermanfaat, namun di sisi lain bisa berubah menjadi "setan gepeng" jika tidak dikontrol, membuka pintu ke dunia pornografi dan judi online yang mengancam masa depan mereka.
Kekhawatiran ini menjadi topik utama dalam sosialisasi yang digelar Dinas Sosial DIY di Balai RW 14 Karangwaru Kidul, Tegalrejo, Senin (21/7/2025).
"Ponsel itu netral. Jika dipakai untuk kebaikan, jadi manfaat. Tapi kalau untuk pornografi atau judi online, ia bisa berubah jadi 'setan gepeng'," ujar Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, dengan istilah yang menusuk.
Sihanto dari Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) Dinas Sosial DIY menekankan bahwa orang tua tidak punya banyak pilihan selain bersikap tegas dalam membatasi penggunaan ponsel oleh anak. Menurutnya, ini adalah kunci untuk melindungi anak dari konten negatif sejak dini.
Ia kemudian melemparkan sebuah dilema yang menusuk untuk para orang tua.
"Pilihannya cuma dua: mau menangis sekarang atau menangis nanti. Memang kadang kita tidak tega membatasi anak, tapi itu jauh lebih baik daripada kita menangis nanti saat semuanya sudah terlambat," tegasnya.
Ari Kurniawan, seorang Relawan Penyuluh Sosial (Pensos), menambahkan bahwa konten negatif seperti pornografi sangat mudah diakses lewat ponsel dan sifatnya sangat adiktif. Dampak jangka panjangnya bisa sangat merusak.
Karena itu, kunci utamanya tetap pada kedisiplinan. Membangun benteng melalui bekal agama dan budi pekerti, serta menerapkan aturan yang jelas soal gawai, menjadi cara paling efektif untuk menyelamatkan anak-anak dari dampak buruk 'setan gepeng'.
