DPD PKS Sleman gelar Kembara dan Latansa 2026 di Lembah Merapi yang diikuti 900 peserta. Kegiatan: materi bela negara, long march, simulasi damkar.
SLEMAN – Sebanyak 900 peserta mengikuti Pendidikan Bela Negata dalam acara Kemah Bela Negara (Kembara) dan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) yang diselenggarakan DPD PKS Sleman pada Jumat–Minggu (16–18 Oktober 2026) di kawasan Lembah Merapi dan Hutan Pinus Turi, Sleman. Mengusung tema “Tempa Diri, Bakti Negeri”, kegiatan ini menjadi ajang pembinaan kader sekaligus memperkuat soliditas dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam upacara penutupan, Ketua DPD PKS Sleman, Ribut Lupiyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh instruktur, Tim Kepanduan, Santika, dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kuantitas dan kualitas kader agar semakin siap menjalankan berbagai peran pelayanan.
"Alhamdulillah, hari ini 900 kita berkumpul di sini. Mudah-mudahan tahun depan bisa menjadi 1.000–2.000 di acara Kembara-Latansa,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga semangat kesiapsiagaan.
“Kita semua tentu harus selalu siap siaga, kapan pun itu, karena kebaikan harus selalu kita songsong,” tuturnya.
Upacara penutupan dihadiri Ketua Dewan Etik Daerah (DED) PKS Sleman, KH. M.A. Sholihun, jajaran Pengurus Harian DPD, serta para Ketua DPC PKS se-Kabupaten Sleman. Suasana penutupan berlangsung penuh semangat dengan seruan “PKS Menang”.
Peserta Kembara mengikuti materi bela negara dari Koramil 03/Turi, long march ke hutan pinus, dan berbagai games outbound. Sementara itu, peserta Latansa selain mendapatkan pelatihan bela diri praktis juga mengikuti berbagai games kelompok. Di akhir waktu, keduanya memperoleh pembekalan penanganan kebakaran dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) UGM.
"Ini Kembara pertama kali saya. Kesannya sip, mantab, jos, luar biasa --- luar biasa!" ungkap salah satu peserta.
.jpeg)


.jpeg)