Netty Prasetiyani tegaskan perjuangan PKS bukan belas kasihan, tapi pemenuhan hak.
JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperkuat komitmennya pada isu sosial dengan membentuk sebuah bidang baru yang secara khusus fokus pada perlindungan masyarakat rentan dan penyandang disabilitas. Langkah ini diumumkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS di Jakarta, Ahad (28/9/2025).
Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas, Netty Prasetiyani, menyatakan bahwa kehadiran bidang baru ini merupakan bukti keseriusan PKS dalam memperjuangkan hak-hak kelompok yang sering terpinggirkan.
“Kita patut bersyukur Presiden PKS berkomitmen membentuk bidang baru ini. Semoga ini bisa membangun kesadaran kolektif di masyarakat,” ungkap Netty.
Netty menjelaskan, bidang ini akan fokus pada empat kelompok utama: lansia, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang akan digunakan bukanlah belas kasihan, melainkan perjuangan untuk pemenuhan hak.
“Disabilitas bukan butuh belas kasihan, melainkan pemenuhan hak. Maka kita harus mendorong kebijakan publik yang ramah agar tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan istilah 'rentan' daripada 'lemah'. Menurutnya, 'rentan' lebih tepat karena mencakup faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan, di mana seseorang bisa tiba-tiba masuk dalam situasi rentan akibat bencana alam maupun sosial.
Sebagai inspirasi, Netty menceritakan kisah Sekretaris Bidang, Nur Indah, yang putrinya merupakan penyandang disabilitas tuli namun berhasil tumbuh menjadi sosok yang berdaya dan menginspirasi.
“PKS sebagai kekuatan politik ingin menjadi pelopor dalam memastikan kelompok rentan dan disabilitas mendapatkan akses yang layak sebagai warga negara,” pungkasnya.
Sumber: pks.id
