Anggota DPR RI Sukamta dan PKS DIY bertemu pengemudi ojol, membahas urgensi regulasi perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi driver online.
BANTUL – Anggota Komisi I dari Fraksi PKS DPR RI, Dr. H. Sukamta, PhD, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penguatan regulasi demi melindungi para pengemudi ojek online (ojol).
Hal ini disampaikannya dalam acara "Silaturahmi dan Sosialisasi bersama perwakilan pengemudi ojol se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)" di Bantul.
Pertemuan yang diinisiasi oleh Bidang Ketenagakerjaan (Bidnaker) PKS DIY ini bertujuan untuk menjembatani aspirasi para pengemudi ojol langsung kepada wakil rakyat di tingkat daerah maupun pusat.
Dr. Sukamta menyatakan kesiapannya untuk menerima semua masukan dari para pengemudi ojol. Menurutnya, aspirasi dari lapangan sangat penting untuk merumuskan aturan hukum yang lebih kuat dan berpihak pada kesejahteraan pengemudi.
“Sampai saat ini, kita harus akui belum ada regulasi yang benar-benar jelas dan komprehensif terkait ojek online. Oleh karena itu, masukan dari rekan-rekan pengemudi menjadi bahan perjuangan kami di DPR untuk mendorong lahirnya aturan yang melindungi hak-hak Anda semua,” ujar Sukamta di hadapan para peserta.
Sementara itu, Ketua Bidnaker PKS DIY yang juga Anggota DPRD DIY, Muh Ajrudin Akbar, S.Sos.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara PKS di DIY dengan fraksi di DPR RI.
“Ini adalah komitmen kami untuk hadir dan memperjuangkan aspirasi para pengemudi ojol. Kami ingin memastikan silaturahmi ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi awal dari advokasi kebijakan yang konkret,” kata Ajrudin.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Pusat Federasi Serikat Pengemudi Daring Indonesia (SPEED), Suharyanto, turut memperkenalkan organisasinya. Ia menjelaskan bahwa SPEED telah memiliki kepengurusan di berbagai provinsi dan kini berencana untuk membentuk perwakilan di DIY.
“Tujuan utama SPEED adalah memperjuangkan hak-hak esensial bagi pengemudi, seperti jaminan asuransi kecelakaan kerja dan sosial, serta bantuan hari raya yang selama ini masih menjadi harapan,” ungkap Suharyanto.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis untuk menyatukan suara para pengemudi ojol di Yogyakarta agar dapat diperjuangkan secara lebih efektif di tingkat nasional.
