Muhammad Syafi'i (Sekretaris Fraksi PKS DPRD DIY) dorong transformasi perpustakaan jadi ruang kreatif sesuai Perda. Tak lagi hanya tempat pinjam buku.
YOGYAKARTA – Lupakan citra perpustakaan yang kaku, sunyi, dan hanya menjadi tempat meminjam buku. Kini, perpustakaan di Yogyakarta didorong untuk bertransformasi menjadi ruang kreatif yang kolaboratif, di mana ide dan inovasi bisa lahir.
Gagasan ini menjadi sorotan utama yang disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perpustakaan di SMA UII Yogyakarta, Rabu (19/11/2025).
Di hadapan para guru, siswa, dan relawan Perpustakaan Baswara Adibrata SMA UII Yogyakarta, Syafi'i menegaskan bahwa Perda ini sengaja dibuat untuk mengangkat peran perpustakaan ke level yang lebih tinggi.
"Perpustakaan sekarang harus menjadi sarana untuk meningkatkan kecerdasan sekaligus kesejahteraan masyarakat, bukan lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku," tegas Syafi'i.
Menurutnya, sebagai ruang kreatif, perpustakaan harus membuka diri untuk berbagai kegiatan kolaboratif yang mendorong tumbuhnya kreativitas, literasi kritis, dan kesadaran sosial, khususnya di lingkungan sekolah. Ia melihat perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat dan arena pembentukan karakter siswa yang cerdas dan berintegritas.
Acara yang diinisiasi bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY ini juga menghadirkan praktisi perpustakaan, Dra. Kholif Diniawati, yang pernah membawa perpustakaan madrasah di Bantul meraih juara nasional. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa transformasi perpustakaan bukan lagi sekadar wacana.
