Muhammad Syafi'i (Fraksi PKS DPRD DIY) puji "Tepuk Bersahabat" SMA Mutu sebagai benteng anti-bullying. Ingatkan pelaku & korban bisa kehilangan masa d
YOGYAKARTA – Di tengah maraknya kasus perundungan brutal yang mengancam masa depan pelajar, sebuah sekolah di Yogyakarta ternyata memiliki 'senjata' sederhana namun ampuh: sebuah tepuk tangan dan yel-yel persahabatan.
"Saling damai... saling kasih... saling jaga... siswa mutu... bersahabat!"
Yel-yel unik inilah yang menjadi sorotan utama Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, saat menginisiasi sosialisasi anti-perundungan di SMA Muhammadiyah 7 (Mutu) Yogyakarta. Ia menilai, "Tepuk Bersahabat" tersebut adalah benteng efektif untuk menjaga kerukunan di sekolah.
"Melihat beberapa kejadian terakhir, seperti di Tangerang Selatan yang sampai ada korban, praktik bullying ini harus bisa dicegah. Yel-yel tadi menjadi penyemangat kita semua untuk terus menjaga suasana kekeluargaan," tutur Muhammad Syafi'i.
Syafi'i yang juga merupakan Sekretaris Fraksi PKS DPRD DIY menegaskan bahwa menjaga marwah sekolah sebagai pemersatu anak bangsa adalah tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan bahwa dampak perundungan bisa menghancurkan masa depan kedua belah pihak, tidak hanya korban.
“Harapannya, siswa lulus dengan ilmu bermanfaat. Bukan justru karena sekolah, siswa menjadi kehilangan masa depan akibat perundungan. Ingat, tidak hanya korban, para pelaku juga terancam kehilangan masa depan, terlebih jika kejadiannya sudah menyentuh ranah pidana,” tegas Syafi'i.
Acara yang digelar bersama Disdikpora DIY ini juga menghadirkan pemateri dari Yayasan Abi Satya, Ibu Anna, serta diikuti oleh para guru pendamping dan siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.

