Ketua Badan Kehormatan DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan sebut guru TPA jadi benteng utama atasi krisis moral.
SLEMAN – Di tengah maraknya aksi klithih dan krisis moral yang terus menghantui remaja Yogyakarta, di manakah benteng pertahanan pertama harus dibangun? Jawabannya mungkin tak terduga: bukan di jalanan, melainkan di ruang-ruang kelas Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA).
Pesan inilah yang menjadi sorotan utama Ketua Badan Kehormatan DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, S.T., M.Eng., saat bertemu dengan puluhan guru pengurus dan pembina Badan Koordinasi (Badko) TK-TPA di Pendopo Green Kayen, Sabtu (22/11/2025).
Di hadapan para guru pengurus dan pembina Badko TPA, Sofyan menegaskan bahwa fenomena kenakalan remaja seperti klithih merupakan "pekerjaan rumah" (PR) besar yang solusinya ada di tangan para pendidik usia dini.
"Fenomena klithih ini adalah PR besar bagi kita semua, terutama para pendidik usia dini. Bapak dan Ibu guru TPA adalah garda terdepan yang berjibaku setiap hari untuk mendidik dan membentengi anak-anak kita agar tidak tergerus oleh krisis moral ini," tegas Anggota Fraksi PKS DPRD DIY ini.
Kekhawatiran ini sangat beralasan. Berdasarkan data dari berbagai sumber, termasuk kepolisian dan lembaga perlindungan anak, angka kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur di DIY menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Menurut Sofyan, hal ini menandakan adanya kerapuhan dalam pembentukan karakter.
Dalam sesi dialog yang hangat, para pengurus dan pembina Badko juga berbagi pengalaman dan aspirasi mereka. Mereka berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemangku kebijakan agar bisa lebih optimal dalam membina lembaga dan mencetak generasi Islam yang berakhlak mulia.
Sofyan Setyo Darmawan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan memperjuangkan aspirasi para guru TPA. "Dukungan untuk lembaga pendidikan karakter seperti TPA bukanlah pilihan, melainkan keharusan untuk menyelamatkan masa depan generasi kita," pungkasnya.
