Pemkot Yogya pasang AED di kawasan wisata untuk pengamanan libur akhir tahun. Muhammad Syafi'i (PKS DIY) apresiasi kesiapsiagaan ini.
YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta menyiagakan alat kejut jantung portabel (Automated External Defibrillator/AED) di sejumlah kawasan wisata sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan darurat, terutama dalam menghadapi lonjakan wisatawan pada libur akhir tahun.
Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kejadian henti jantung mendadak di ruang publik yang ramai pengunjung.
Penempatan AED difokuskan di titik-titik strategis kawasan wisata seperti Malioboro, disertai dengan pelibatan petugas dan relawan yang telah mendapatkan pelatihan dasar penggunaan alat tersebut. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respons awal sebelum penanganan medis lanjutan dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Menanggapi kebijakan tersebut, M. Syafi’i, Sekretaris Komisi D DPRD DIY sekaligus Sekretaris Fraksi PKS DPRD DIY, menyampaikan dukungannya terhadap kesiapsiagaan yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya dalam rangka pengamanan libur akhir tahun.
“Langkah ini patut diapresiasi. Kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi libur akhir tahun sangat penting agar aktivitas pariwisata di Yogyakarta berjalan aman dan nyaman, baik bagi wisatawan maupun masyarakat,” ujar Syafi’i.
Menurutnya, Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan sistem perlindungan publik yang memadai, termasuk kesiapan menghadapi kondisi darurat kesehatan di ruang-ruang publik yang padat. Penyiagaan AED dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada pengunjung.
“Dengan kesiapsiagaan yang baik, citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang ramah, aman, dan nyaman akan semakin kuat,” pungkasnya.
