PKS DIY gelar SKDP. Ketua MPP PKS Dr. Mulyanto beri materi penguatan ideologi untuk teguhkan arah perjuangan dan jati diri partai.
Inilah yang menjadi fokus utama dalam "Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai (SKDP)" yang digelar PKS DIY selama dua hari, dimulai pada Sabtu (2/5/2026).
Acara yang mengusung tema "Mengokohkan Ideologi, Memperkuat Jati Diri, dan Meneguhkan Arah Perjuangan" ini dihadiri oleh jajaran pimpinan teras dan anggota legislatif (Aleg) PKS dari tingkat provinsi hingga seluruh kabupaten/kota di DIY. Tak tanggung-tanggung, materi utama disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Dr. H. Mulyanto, M.Eng.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PKS DIY, Budi Wiyarno, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa pelatihan ini adalah momen krusial untuk menyegarkan kembali pemahaman ideologis.
"Acara ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan fondasi ulang untuk memastikan setiap pimpinan dan Aleg memahami serta menghayati nilai-nilai dasar perjuangan PKS. Dengan ideologi yang kokoh, pelayanan kita kepada masyarakat akan lebih terarah dan berdampak," ujar Budi Wiyarno.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DIY, H. M. Agus Mas'udi, S.T., menekankan pentingnya penguatan jati diri bagi para kader yang menjadi representasi partai di publik.
"Seorang kader, terutama anggota legislatif yang setiap hari berhadapan dengan dinamika publik, harus memiliki jati diri yang kuat. SKDP ini adalah cara kita untuk memastikan jangkar ideologi itu tertanam dalam, sehingga tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan," kata Agus Mas'udi dalam sambutannya.
Puncak acara di hari pertama adalah pemaparan dari Ketua MPP PKS, Dr. H. Mulyanto. Ia mengupas tuntas tentang falsafah dasar dan paradigma perjuangan partai.
Selain materi tersebut, para peserta juga mendapatkan materi terkait AD ART dan Platform PKS.
Pelatihan intensif ini diharapkan dapat melahirkan para pimpinan dan wakil rakyat PKS di DIY yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara ideologis dan teguh dalam arah perjuangan partai.
Foto: Mas Isna
