Dunia digital saat ini tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga menyimpan ancaman serius.
Menghadapi tantangan nyata di era digital ini, Bidang Komdigi (Komunikasi dan Digital) DPW PKS DIY menggelar pelatihan literasi digital dan kehumasan di Kantor DPTW PKS DIY, pada Ahad (18/10/2026).
Agenda yang dihadiri lebih dari 70 peserta dari tingkatan DPC hingga Dewan Pengurus Daerah DPD dari lima kabupaten/kota di DIY dan perwakilan bidang-bidang DPW PKS DIY tersebut ditujukan untuk memperkuat peran anggota PKS DIY dalam membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan siber.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Bidang Komdigi PKS DIY, Yani Fathurrahman, S.Pd.I. Ia mengapresiasi komitmen serta antusiasme seluruh kader media yang hadir dari berbagai pelosok wilayah Yogyakarta.
"Kehadiran seluruh awak Komdigi dari lima kabupaten dan kota dan perwakilan bidang-bidang di DPW PKS DIY ini menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Kita ingin memastikan struktur media PKS di semua tingkatan siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital," ujar Yani saat membuka acara.
Sambutan kedua disampaikan oleh Bendahara DPW PKS DIY sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, S.T., M.Eng., yang hadir mewakili Ketua DPW PKS DIY. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya menjaga arah pergerakan media partai agar senantiasa berfokus pada pelayanan publik.
"Tujuan utama dari segala aktivitas kepartaian kita, termasuk di ruang digital, adalah untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan melayani masyarakat. Media digital harus dimanfaatkan secara optimal untuk menebarkan kemanfaatan positif," tegas Sofyan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi utama oleh Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Dr. Sukamta. Dalam penjelasannya, Sukamta menyoroti potensi bahaya dan maraknya fenomena negatif di ruang siber yang meresahkan masyarakat.
"Dunia digital saat ini tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga menyimpan ancaman serius seperti penyebaran hoaks, penipuan daring (scam), pinjaman online ilegal (pinjol), hingga judi online (judol) yang merusak tatanan sosial. Anggota PKS harus memahami dinamika ini dengan baik dan siap menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kesadaran digital yang sehat di tengah masyarakat," terang Sukamta yang merupakan Anggota DPR RI Dapil DIY.
Sesi pemaparan kedua diisi oleh akademisi sekaligus praktisi komunikasi dan kehumasan nasional, Heryadi Silvianto, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Founder PR Politik Indonesia. Ia membekali peserta dengan strategi komunikasi publik, etika kehumasan, serta pendekatan kreatif dalam penyampaian pesan.
Sebagai penutup rangkaian acara, pelatihan diakhiri dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) teknis pembuatan konten kreatif yang dibersamai langsung oleh jajaran awak Bidang Komdigi DPW PKS DIY. Melalui sesi interaktif ini, para peserta diajak mendalami teknik produksi konten yang informatif, menarik, dan beretika untuk diterapkan di wilayah masing-masing.
Foto: Mas Isna


