Berawal dari niat untuk refreshing dalam mengikuti kegiatan ini, lalu berdo’a agar bermanfaat ilmunya
Sebuah Catatan oleh Lathifa
dari Pelatihan Relawan Literasi (RELI)
DPW PKS DIY
Terkadang hobi menulis yang tadinya hanya sekedar untuk mengekspresikan emosi ternyata bisa juga menjadi koping (cara mengatasi stres atau tekanan) pada individu tertentu. Ditambah dengan mengikuti pelatihan “Menulis dan Menerbitkan Buku Digital” yang diadakan oleh Relawan Literasi (RELI) DPW PKS DIY, tadinya hanya ingin menambah wawasan dan jaringan sosial, ternyata bahkan bisa tergabung dalam sebuah komunitas penggiat tulisan, yaitu RELI itu sendiri. Anggota di dalamnya memiliki spesifikasi yang beragam, unik, dan menarik. Masing-masing memiliki berbagai profesi dan latar belakang namun memiliki kesamaan: sama-sama memiliki hobi menulis.
Di sini kapasitas individu ditingkatkan untuk bertumbuh dan berkembang agar lebih bermanfaat di masyarakat luas. Di sini dakwah dilakukan dalam bentuk tulisan. Bahkan melalui tulisan ilmu secara umum juga bisa dibagikan. Sebuah aktivitas kebaikan yang sangat penting untuk dilakukan. Apalagi di-era mondial sekarang ini, tulisan lebih mudah diakses banyak khalayak. Kini saatnya semakin bersemangat menebar manfaat melalui pelatihan ini.
Edaran tawaran untuk mengikuti pelatihan disosialisasikan melalui pesan Whatsapp dari grup ke grup. Sebuah informasi penting yang sangat berharga, dimana mungkin bagi sebagian orang pesan Whatsapp di grup adalah sebuah hal yang menggangu, atau setidaknya dianggap biasa dan berlalu begitu saja. Menyimak jadwal yang berjibun, baru mendapatkan sebuah keputusan untuk mengikuti dan mendaftar kegiatan pelatihan RELI tersebut pada hari-hari menjelang pelaksanaan.
Berawal dari niat untuk refreshing dalam mengikuti kegiatan ini, lalu berdo’a agar bermanfaat ilmunya. Namun saat pelatihan masuk ke sesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars PKS yang menjadikan semangat kebangsaan terpatri dalam dada, menggugah sebuah pertanyaan pribadi: “Apa yang bisa dilakukan untuk bangsa ini?”. Sebanyak nikmat yang telah dimiliki: nikmat sehat, nikmat bisa melihat, bisa mendengar, bisa menulis, bisa berfikir, bisa menghirup udara segar, bisa merasa, bisa berjalan dengan tegap, bisa berkendara sampai ke berbagai penjuru, dan nikmat yang lain yang Allah berikan.
Selanjutnya saat sesi sambutan dari pimpinan Humas DPW PKS DIY, Bapak Syafi’i menyampaikan bahwa di Humas PKS terdiri dari 5 kelompok relawan, yaitu RELI, Relawan Digital, PKS Foto, PKS Art, dan PKS TV. Terimakasih Bapak, telah memberikan kesempatan belajar dan memberikan pesan, motivasi, serta berbagi banyak informasi bermanfaat kepada kami.
Pelatihan dari ahlinya ahli, yaitu Bapak Hafidz Muftisany dari Humas DPP PKS. Terimakasih atas sharing ide, gagasan dan pengalamannya. Materi yang disampaikan secara langsung kepada kami sangat inspiratif, kreatif, menambah wawasan dan ilmu baru. Salah satu dari banyak materi yang beliau sampaikan adalah terkait penghargaan bagi para penulis dalam nilai rupiah, lumayan jumlahnya jika bisa mengambil setiap kesempatan dan peluang yang ada. Namun apakah itu tujuan utama menulis? Tentu tidak, Bapak Hafidz melanjutkan dalam penyampaian materinya untuk kembalikan ke niat terbaik, ikhlas, karena dan untuk Allah. Insya Allah yang lain akan mengikuti dengan izin Allah. Semoga bermanfaat sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya. Sekali lagi terimakasih tak terhingga untuk pemateri.
Peserta yang antusias dan aktif bertanya membuat adanya proses bertukar ilmu dan pengalaman untuk semua peserta. Menghidupkan diskusi hingga menghabiskan alokasi waktu yang rencananya untuk praktik menulis. Tapi dengan ide kreatif dari pemateri sekaligus panitia, akhirnya untuk tetap mengoptimalkan pelatihan praktik menulis diganti dengan penugasan kepada peserta untuk menulis 1500 kata dan dikumpulkan kepada panitia. Harapannya pelatihan ini bisa berlanjut dengan implementasi nyata ilmu yaitu menulis karya dalam bentuk e-book.
Selamat berkarya ditunggu karya-karya terbaiknya.
Foto: Mas Isna PKSFoto

.jpg)