Ini adalah momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja dan merancang program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bukanlah sekedar acara seremonial tahunan, bagi PKS Rakerda adalah saat untuk mengasah strategi dan mempertajam program kerja. Begitu juga DPD PKS Gunungkidul dan DPD Kota Jogja yang menggelar Rakerda pada hari Sabtu, 13 Desember 2025.
PKS Gunungkidul memulai Rakerda di pagi hari, sementara PKS Kota Jogja di siang hari. Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus masing-masing DPD ini menjadi forum penting untuk merumuskan langkah-langkah partai selama satu tahun ke depan. Untuk memastikan program yang disusun sejalan dengan visi dan misi baik dari pusat (DPP) maupun wilayah (DPW).
Ketua DPW PKS DIY, Budi Wiyarno, hadir langsung di kedua Rakerda tersebut untuk memberikan arahan. Dalam paparannya yang berjudul "Menuju Produktivitas Kader dan Lembaga", Budi Wiyarno menekankan bahwa Rakerda bukanlah sekadar agenda rutin tahunan. "Ini adalah momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja dan merancang program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pesannya.
"Ada beberapa hal yang penting harus diperhatikan: penokohan, rekrutmen dan kaderisasi, serta pelayanan. Setiap kader harus menjadi tokoh yang dikenal baik di lingkungannya. Dari sanalah rekrutmen akan tumbuh secara alami lalu sistem kaderisasi partai berjalan, dan semua itu harus dibingkai dengan pelayanan yang tulus kepada masyarakat," tegas Budi Wiyarno di hadapan para peserta.
Ia mendorong agar setiap program kerja yang dihasilkan dalam Rakerda ini bersifat produktif, terukur, dan berdampak. Tiga pilar pelayanan yang disorot adalah menumbuhkan kerelawanan, melakukan advokasi terhadap kebijakan publik, dan merespons cepat setiap aspirasi dari masyarakat.
Rakerda DPD PKS Gunungkidul dan DPD Kota Joja ini diharapkan dapat menghasilkan peta jalan yang jelas, menjadikan kader lebih solid, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan di daerah.

