Ketua Fraksi PKS DPRD DIY, Amir Syarifudin, desak rehabilitasi talud Sungai Celeng di Imogiri yang rusak sejak 2018. Soroti ancaman longsor.
BANTUL – Sejak diterjang banjir besar antara tahun 2017-2018, warga Kalurahan Wukirsari, Imogiri, hidup dalam bayang-bayang kekhawatiran. Talud (dinding penahan) Sungai Celeng yang rusak parah kini menjadi ancaman nyata yang bisa memicu longsor kapan saja. Lantas, sampai kapan warga harus menunggu?
Menjawab keresahan tersebut, Ketua Fraksi PKS sekaligus Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, memimpin langsung kunjungan kerja ke lokasi pada Selasa (06/01/2026). Ia menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa ditunda lagi.
Dalam dialog bersama Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, terungkap bahwa kerusakan talud merupakan dampak dari badai Cempaka dan beberapa peristiwa longsor. "Sudah dilakukan survei dan pengukuran, namun masyarakat masih menunggu realisasi karena kerusakan ini cukup mengkhawatirkan," lapor Susilo.
Amir Syarifudin menyatakan bahwa kondisi Sungai Celeng memerlukan penanganan khusus. Ia menilai kerusakan talud sepanjang kurang lebih 50 meter ini berdampak langsung pada keselamatan warga dan fasilitas umum di sekitarnya, apalagi lokasinya berada di kawasan strategis penyangga Makam Raja-Raja Imogiri.
“Ini penting untuk segera ditindaklanjuti karena berkaitan dengan kebencanaan dan keselamatan warga. Kami dari Komisi C akan segera berkoordinasi dengan DPUP-ESDM DIY serta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk evaluasi teknis dan percepatan realisasi,” tegas Amir.
Sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD DIY, Amir menambahkan bahwa pengawalan aspirasi seperti ini adalah wujud nyata dari politik pelayanan yang diusung partainya. "Fraksi PKS akan terus memastikan bahwa suara dan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah menjadi prioritas dalam setiap pembahasan kebijakan," pungkasnya.
