Hidayat Nurwahid (MPR RI) sebut sinergi parpol & ormas Islam adalah warisan pendiri bangsa. PKS DIY tegaskan komitmen kolaborasi untuk umat di DIY.
Mengusung tema "Menguatkan Ukhuwah, Menggerakkan Kebersamaan Umat," acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, termasuk Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Hidayat Nur Wahid, MA.
Kehadiran para pimpinan ormas Islam se-DIY seperti dari Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) menegaskan pesan kebersamaan yang ingin dibangun.
Ketua DPW PKS DIY, Budi Wiyarno, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembagian peran yang saling menguatkan antara parpol dan ormas dalam berdakwah dan melayani masyarakat.
"Kita perlu saling berbagi peran dan menguatkan. Ormas bisa leluasa bergerak dalam dakwah di masyarakat di ranah yang mungkin terkendala aturan bagi parpol. Sebaliknya, PKS sebagai partai politik siap menjadi payung kebijakan dan advokasi untuk memastikan kepentingan umat dan ormas terjamin di level pemerintahan," ujar Budi Wiyarno.
Pesan ini diperkuat dengan landasan historis yang kuat oleh Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa kolaborasi antara tokoh parpol dan ormas Islam bukanlah hal baru, melainkan sudah menjadi pilar sejak awal kemerdekaan Indonesia.
"Ini bukan hal baru. Sejak awal kemerdekaan, dalam Panitia Sembilan yang merumuskan dasar negara Pancasila, ada empat tokoh Islam berpengaruh. Dua dari partai politik Islam, yaitu H. Agus Salim dan Abikusno Tjokrosoejoso, dan dua dari ormas Islam, yaitu KH. Wachid Hasyim dan Abdul Kahar Muzakir. Kolaborasi ini sudah terbukti menjadi pilar bangsa," tegas Hidayat Nur Wahid.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat ikatan dan menyatukan langkah demi kemaslahatan umat yang lebih luas, khususnya di DIY.