DPC PKS Ngaglik gelar Syawalan inklusif. Ketua DPW PKS DIY Budi Wiyarno bagikan tiga syarat amalan.
SLEMAN – Apa jadinya jika jalan santai di pagi hari menjadi simbol untuk memulai kembali langkah yang bersih dan mempererat ikatan persaudaraan dengan semua lapisan masyarakat, termasuk sahabat disabilitas?
Semangat inklusif inilah yang mewarnai acara Syawalan dan Halal Bihalal yang digelar oleh DPC PKS Ngaglik di Ndalem Abhirama, Sardonoharjo, pada Ahad (12/4/2026) dengan tajuk "Guyub Rukun Bareng DPC PKS Ngaglik".
Semangat inklusif inilah yang mewarnai acara Syawalan dan Halal Bihalal yang digelar oleh DPC PKS Ngaglik di Ndalem Abhirama, Sardonoharjo, pada Ahad (12/4/2026) dengan tajuk "Guyub Rukun Bareng DPC PKS Ngaglik".
Acara yang berlangsung meriah ini diawali dengan kegiatan "Jalan Ceria Bersama", di mana puluhan kader dan simpatisan berjalan bersama. Kehangatan semakin terasa dengan kehadiran komunitas disabilitas dari Kapanewon Ngaglik yang turut diundang untuk berbagi kebahagiaan dalam momentum ini.
Momen ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran para wakil rakyat, seperti anggota DPRD DIY Basith Sugiyanto dan anggota DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathurrahman, serta Ketua DPW PKS DIY, Budi Wiyarno, S.T., M.Eng.
Tiga Resep Amalan yang Diterima
Di hadapan para peserta, Budi Wiyarno tidak hanya hadir untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk berbagi pesan. Ia membagikan "resep" sederhana namun mendalam tentang bagaimana menjaga kualitas amalan agar diterima di sisi Allah SWT.
"Syarat agar suatu amalan itu diterima ada tiga," tuturnya, "Pertama, Sederhana, artinya tidak perlu megah tetapi dilakukan dengan niat yang tulus. Kedua, Rutin, karena konsistensi atau istiqomah lebih utama. Dan ketiga, Rahasia, untuk menjaga keikhlasan agar tidak ternodai oleh keinginan untuk dipuji."
Pesan ini disambut antusias oleh para peserta, yang menjadikan momentum Syawalan tidak hanya sebagai ajang bermaaf-maafan, tetapi juga sebagai forum untuk mengisi kembali energi spiritual dan memperkuat komitmen dalam melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

