DPD PKS Sleman melantik Satgas Ketahanan Keluarga hingga tingkat kapanewon untuk memberikan edukasi dan pendampingan keluarga secara terstruktur.

Yogyakarta – Di tengah derasnya tantangan zaman yang mengancam keharmonisan rumah tangga, dari mana kita harus mulai menyelamatkan masa depan bangsa?
Menjawab tantangan ini, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sleman resmi melantik Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Keluarga pada hari Sabtu (01/08/2026). Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat fondasi keluarga demi kokohnya ketahanan masyarakat. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD PKS Sleman, Ribut Lupiyanto, di hadapan jajaran pengurus dan anggota Satgas yang akan bertugas dari tingkat kabupaten hingga kapanewon (kecamatan).
Pelantikan Satgas Ketahanan Keluarga ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan DPD PKS Kabupaten Sleman tentang Pembentukan Satgas Ketahanan Keluarga Masa Bakti 2026–2030. SK tersebut menegaskan bahwa keluarga adalah pilar utama masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi, pelayanan, serta pendampingan keluarga yang terstruktur dan berkelanjutan.
Struktur kepengurusan Satgas Ketahanan Keluarga DPD PKS Sleman kini dikoordinasikan oleh Nur Sahlan, S.T., didampingi oleh Dhuhri Setiawan sebagai Wakil Koordinator, dan Nurul Hidayati, S.Sos.I. selaku Sekretaris.
Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Fraksi PKS, Dr. Sukamta, menekankan pentingnya peran keluarga dalam keberlangsungan perjuangan organisasi. "Keluarga PKS adalah infrastruktur perjuangan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin, melainkan juga dari kemampuan membangun regenerasi yang sangat bergantung pada peran aktif keluarga.
Selain prosesi pelantikan, para peserta juga menerima pembekalan dari konselor keluarga, Cahyadi Takariawan. Dalam materinya, ia mengingatkan pentingnya mengantisipasi compassion fatigue, yaitu kondisi kelelahan emosional yang rentan dialami oleh para pendamping atau konselor akibat tingginya intensitas dalam mendampingi berbagai permasalahan keluarga.
Sebagai bentuk komitmen nyata, seluruh anggota Satgas mengucapkan ikrar bersama, yang salah satu poinnya berbunyi:
"Berkomitmen menjadi pelopor dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi, pendampingan, pelayanan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai wujud kontribusi bagi terwujudnya ketahanan masyarakat, bangsa, dan negara."
.jpeg)