Siap siaga bencana bukan cuma soal evakuasi, tapi juga mencegah wabah penyakit. Kenali lingkungan dan rutin latihan adalah kunci utamanya.
YOGYAKARTA – Bencana memang tidak bisa diprediksi, namun kesiapan untuk menghadapinya adalah hal yang wajib. Kesiapan ini bukan sekadar tentang cara menyelamatkan diri, tetapi juga untuk mencegah munculnya masalah baru, terutama wabah penyakit yang sering kali mengintai setelahnya.
Menurut Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, langkah paling awal dan krusial adalah memahami kondisi lingkungan tempat tinggal kita.
"Memetakan dan memahami kondisi lingkungan adalah kunci untuk siap menghadapi bencana," ujarnya dalam acara sosialisasi mengenai krisis penyakit akibat bencana di Aula Kelurahan Ngampilan, Senin (11/8/2025).
Lebih lanjut, Syafi'i yang juga merupakan Sekretaris Fraksi PKS DPRD DIY menekankan bahwa latihan penanganan bencana yang digelar rutin merupakan cara paling efektif untuk membangun kesiapsiagaan. Menurutnya, kegiatan simulasi ini memiliki dua manfaat utama: pertama, untuk mengasah kembali (refresh) teknik-teknik penyelamatan yang dibutuhkan, dan kedua, menjadi momen untuk mengecek kembali kesiapan dan fungsi peralatan darurat.
Ia menegaskan bahwa semua persiapan ini bertujuan untuk meminimalkan berbagai risiko turunan yang bisa terjadi setelah bencana utama.
"Termasuk mencegah terjadinya bencana susulan seperti wabah penyakit," pungkasnya.
