Ribuan anggota perempuan PKS DIY rasakan Post-Latansa Effect. Simak keseruan pasca-Latansa yang masih berasa.
Oleh: Luthfi Izzaty
Latansa sudah berlalu, tapi ribuan anggota perempuan PKS DIY merasakan POST LATANSA EFFECT.
Latansa dua gelombang di hari Sabtu (25/7) dan Ahad (26/7) kemarin, menyisakan kenangan melekat di benak masing-masing peserta. Ada yang masih pegel-pegel, ada yang kangen dengan teman regunya, ada yang masih cekikikan mengingat tingkah laku ketika games, ada pula yang enggak sabar “AYO KAPAN KITA LATANSA LAGI??” Eh, tolong dikondisikan dulu Kak keinginannya, panitia aja masih masuk angin itu.
Dari obrolan yang terjadi di berbagai grup, sepertinya Latansa tahun ini SUKSES BESAR. Panitia berhasil merebut hati peserta dengan berbagai macam kegiatan lapangan serta fasilitas yang sangat memadai untuk kegiatan lapangan. Materi yang disampaikan juga sangat aplikatif di dunia nyata.
Latansa juga menjadi ajang reuni, bagi para Ibu senior bertemu lagi dengan kawan seperjuangan di masa muda yang sekarang sudah menimang cucu, dengan mutarabbi yang sekarang sudah punya anak lima, bahkan dengan murabbi yang masih semangat di usia tak lagi belia.
Sejatinya, Latansa kali ini juga sangat melekat dengan slogan BUGAR - SIGAP - TANGGUH.
Kegiatan lapangan yang jarang dilakukan Ibu-ibu, menuntut fisik yang prima. Sepanjang agenda Latansa, minimal 10.000 langkah dicapai oleh peserta. Kesiap-siagaan peserta saat panitia memanggil ataupun mengikuti rangkaian agenda, menjadi tolok ukur kesuksesan Latansa.
Selain itu, tangguhnya perempuan peserta Latansa, sampai dipuji oleh Ketua DPW PKS DIY, Budi Wiyarno yang dalam sambutannya juga berharap perempuan PKS bisa menjadi tulang punggung dakwah.
Sampai jumpa di Latansa berikutnya, dengan fisik yang lebih bugar, langkah yang lebih sigap, dan jiwa yang selalu tangguh.
